Gelintar
×

Daftar Diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Daftar Masuk!
×

Daftar Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftar Diri!
×

Daftar Diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Daftar Masuk

Sign in using your Facebook account

Rerumah Shvoong>Buku>Rujukan>Geologi Lengan Tenggara Sulawesi

Geologi Lengan Tenggara Sulawesi

oleh: AndiJassin     Pengarang : Prof. Riset Dr. Surono
ª
 
  • Sulawesi atau Pulau Sulawesi adalah salah satu dari 5 pulau besar di Indonesia. Sulawesi dengan bentuk pulaunya yang mirip huruf K menjadikan kondisi geologi yang berbeda dibandingkan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Geologi Sulawesi tidak lepas dari akibat pergerakan 3 lempeng besar dunia, yaitu lempeng daratan (continental) Eropa-Asia (Eurasia), lempeng samudra (oceanic) Pasific dan lempeng Indo-australia.
    Dinamika tektonik ini menghasilkan kondisi ragam stratigrafi dan sedimentasi di Sulawesi menjadi unik. Berdasarkan asosiasi litologinya dan perkembangan tektoniknya maka Sulawesi daat dibagi kedalam 4 lajur geologi utama, yaitu :
    1. Lajur Vulkanik Sulawesi Barat.
    2. Lajur Malihan Sulawesi Tengah.
    3. Lajur Ofiolit Sulawesi Timur.
    4. Kepingan Benua.
  • Dimana sentuhan atau batas antar lajur berupa sesar.
    Wilayah Lengan Tenggara Sulawesi karena merupakan bagian dari Sulawesi memiliki stratigrafi yang terdiri dari :
    1. Keping Benua.
    2. Kompleks Ofiolit.
    3. Molasa Sulawesi
    Berdasarkan penelitian geologi di lengan tenggara Sulawesi yang mendalam oleh bapak Surono, maka ditemukan beberapa hasil yang menarik, yaitu :
    1. Paleomagnetik dari formasi Meluhu yang merupakan bagian dari keping benua adalah terbentuknya formasi meluhu terletak pada 20 derajat LS atau sekitar 1700 km kearah selatan dari kedudukannya sekarang ini, sehingga disimpulkan bahwa keping benua ini berasal dari bagian utara Benua Austalia.
    2. Paleomagnetik dari batuan ofiolit yang terdapat di lengan bagian tenggara Sulawesi menunjukkan terbentuk pada Kapur Akhir di posisi 17 - 24 derajat LS dengan demikian telah terjadi pergerakan dengan model rotasi searah jarum jam sekitar 60 derajat berdasarkan pengukuran pada posisi sekarang.
    Sedangkan Molasa Sulawesi merupakan batuan sedimen yang menutup kedua batuan yang berasal dari keping benua dan ofiolit. Sehingga disimpulkan bahwa molasa sulawesi terbentuk setelah bertumbukannya ke dua lempeng yaitu lempeng samudra (ofiolit) dan lempeng benua (keping benua australia), ini diperkuat dengan penemuan matriks dari sedimen molasa sulawesi yang berasal dari kedua batuan tersebut.
    Diterbitkan pada: 25 Julai, 2012   
    Sila Nilai abstrak ini : 1 2 3 4 5
    Terjemahkan Hantar Link Cetak

    New on Shvoong!

    Top Websites Reviews

    X

    .