Nobel ini mengisahkan peristiwa-peristiwa yang menakjubkan yang terjadi dalam masa kecil para anggota Laskar
Pelangi. Sebelas orang anak Melayu Belitong yang luar biasa ini tidak menyerah walau keadaan tidak bersimpati pada
mereka. Seperti Lintang, seorang buruh kasar cilik yang genius dan dengan senang hati berbasikal berulang alik sejauh 80 kilometer untuk memuaskan dahaganya akan ilmu dan kadang-kadang ke
sekolah hanya untuk menyanyikan lagu Padamu Negeri di akhir waktu sekolah. Atau Mahar, tukang parut kelapa sekali gus seniman yang imaginatif, tidak logik, kreatif, dan sering diremehkan sahabat-sahabatnya, namun berhasil mengangkat darjat sekolah kampung mereka dalam karnival 17 Ogos. Dan juga sembilan orang Laskar Pelangi lain yang begitu bersemangat dalam menjalani hidup dan berjuang meraih cita-cita. Betapa indahnya pengembaraan mereka, penuh suka dan duka melambangkan betapa pentingnya pendidikan dalam hidup mereka.