.

KEMBARA..

Summary rating: 5 stars 1 Ulasan
Summary by : saifqistina
Lawatan : 25  Perkataan: 600   Diterbitkan pada: Februari 22, 2008
KEMBARA SEORANG PEJUANG

 

Meniti waktu peradaban

Hari-hari tertulis kenangan di bumi barakah ini

Menggenggam erat jaya di lubuk perasaan

Adakah hanya satu impian atau ilusi?

Aku samarnya mengerti

Erti sebenarnya kata madah pejuang itu

Kepentingan diri harus dipertaruhkan

Jiwa raga wajar dikorbankan

Sukma suci perlu menyelami lafaz agung kalamullah

Diri dituntut
menjiwai perjuangan seorang perwira

Mencintai syahid
di penghujung perjalanan

 

Aduhai diriku,

Kukatakan diriku
pejuang,

Lisan petah
menuturkan bicara

Berjanji
mengangkat martabat kalam agung

Berjanji membina
daulah islamiah

Berjanji membela
maruah ummatul muslimin

Berjanji
pertaruhkan nyawa demi agama tercinta

 

Namun,

Aku masih berdiam
diri

Statik berdiri
dihanyut khayalan

Seolah terkedu
tidak menentu

Hatiku bagai
merelakan bahang kepalsuan duniawi

Menyimbah bumi yang penuh noda

Impian yang tinggal hanya tinggal ilusi

Aku pejuang yang tandus

Hanya melarik impian dalam mimpi

Meniti alpa dalam khayalan duniawi

Bicara hanya tinggal kenangan

Segalanya retorik memalsukan diriku

Yang bergelar pejuang

Dicipta oleh diriku sendiri

  

Tuhanku,

Aku hanyalah insan kerdil

Melayari kehidupan dengan secebis kekuatan

Menghitung
kembara kehidupan

Mencari-cari
sinar pancaran nur Ilahi

Mengharap cinta Agung dari Sang Pencipta

 

Aku meluah rasa segala perit getir

Menghalang jiwa dan dadaku

tak mampu terus melegari ruang perjuangan ini

ku amati saat berlalu

Bertali arus ujian mengguris jiwa

Dugaan tiba meresahkan atma

Terasa peritnya luar biasa hadapi segala suratan ini

Langkahku terasa
payah

Diriku tak mampu
lagi menanggung

Aku rebah atas
kelemahanku sendiri

 

Siapalah aku di
hadapanMu Ya Allah

Tiada tempat di
hatiMu

Gementar atmaku

Tak layak dibanding dengan alim ulama’

Apatah lagi
dengan dengan para sahabat dan salafussoleh

Ibadahku tak sehebat hambaMu yang berjiwa sufi

Zikirku tak sekhusyuk para waliMu

 

Tuhanku,

Tatkala ini aku
terus gagahi

Perjuangan ini
perlu diteruskan

Di kamar senja
aku mencari teman mengadu di hujung rindu

Ku tatapi kalamMu
lagi menghayati

Janganlah kamu
bersikap lemah

Dan janganlah
pula kamu bersedih hati

Padahal kamulah
orang-orang yang paling tinggi darjatnya

Jika kamu orang-orang yang beriman

Helaian lain terus menggamit hati kecil

Sanubari terusik lagi

Dikesani belahan jiwa

Cukuplah Engkau Ya Allah buat segalanya

Engkaulah Pelindungku, Engkaulah Cinta Agungku

  

Tuhanku pencipta alam sebuana

Aku bukannya pengorak statik di bumi warisan ini

Aku bukanlah pejuang yang gigih menyerikan laman samudera
nian

Namun

Selagi belum tibanya hari perhitungan

Selagi taqwa menjadi saksi

Selagi iman masih bersemi

Selagi aku masih bergelar

Umat teristimewa Muhammad Rasul mulia

 

Ku pinta secebis kudrat dariMu Ya Allah

Untuk mengorak kembali langkah seorang pejuang

Selagi hayat dikandung badan

Sebelum jasad dikandung tanah

Izinkan aku mengembara dalam kehidupanku

Dengan langkah yang teguh berpasak

Walau dirabak kata nista musuh persada

Hadir tribulasi yang tak mungkin dipadam

Pasti teguh tegak selari

Dipasang kukuh keyakinan berdiri

Kan
ku semat kukuh berkonkrit tak rapuh

Hati kerdilku terasa kembali aman

Aku mengenggam erat keazaman membara

Mata ku berkaca-kaca

Ku pejam ia

Lelehan hangat air mata menyentuh pipi

Aku puas dengan lantunan ini

Ya Allah, letakkan dunia di tanganku

Bukan di hatiku.. AMEEN 

Ringkasan lain tentang KEMBARA..
Sila Nilai abstrak ini : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------