Pengaruh media begitu kuat mempengaruhi cara berpikir kita, para anak muda yang sedang bertumbuh dan
punya segudang
rasa ingin tahu. Film-film seperti Friends, Sex and the City, Dawson’s Creek, dan sebagainya
‘mencuci otak’ kita dengan menaruh pemahaman bahwa seks sebelum pernikahan adalah lumrah.
Belum lagi berbagai novel-novel percintaan, majalah-majalah, dan bacaan-bacaan lainnya yang dengan
vulgar memproklamirkan bahwa seks pranikah tidaklah salah. Toh, semua orang melakukannya.
Dalam artikel pengantar yang saya tulis beberapa waktu lalu, ‘Cinta,
Pernikahan, Seks‘, saya memuat sebuah e-mail yang mengusik cara berpikir
kita tentang perkara seks pranikah ini. Hari ini, saya memperoleh e-mail yang
berisi respon para pembaca tentang artikel yang ditulis oleh Michael Webb,
seorang pakar relationship ini.
Apa saja komentar dan kesaksian para pembaca yang kebanyakan tinggal di negara
bebas seperti Amerika? Sebuah negara yang kita ketahui terkenal liberal perihal
seks, aborsi dan sebagainya. Apakah masih ada orang-orang yang tetap memegang
prinsip untuk tidak melakukan seks sebelum menikah di negara bebas itu?
Tidak pernah terlambat untuk berhenti melakukan seks sebelum menikah. Jika
kamu sudah melakukannya, hentikan sekarang dan bertobatlah. Masih ada upah
yang akan kamu tuai dalam hubunganmu jika kalian berhenti melakukannya. Tidak
pernah ada kata terlambat untuk melakukan apa yang benar…